Senin, 01 Juni 2015

Teks Pembawa Acara Isra Mi'raj

Khodrotal muhtaromin para ‘alim ulama
Para asatidz dan ustadzah yang kami taati
Al-muhtarom KH. Ishak Fauzi dari cianjur
Yang kami hormati kepala DKM mesjid Al-mudzakkir beserta jajarannya
Yang kami hormati staf kepala desa cibogohilir beserta staff
Serta hadirin yang budiman.

 Assalamu’alaikumwarohmatullahiwabarakatuh…

 بسـم الله الرحمن الرحيم 
الحمدللّه الّذى اسرى بعبده ليلامن المسجدالحرام الى المسجد الاقصى الّذى باركناحوله لنريه من اياتناانّه هوالسّميع البصير اشهدان لااله الاّالله وحده لاشريك له واشهدانّ محمّداعبده ورسوله. اللّهمّ صلّ وسلّم وبارك على سيّدنا محمّد وعلى اله وصحبه اجمعين امّابعد 
Almukarromun para ‘alim ulama, para kiyai, ibu-ibu, bapak-bapak dan saudara-saudara yang dimulyakan Allah. Setinggi puji sedalam syukur hanyalah milik allah robbul’alamin yang telah memperjalankan hamba-Nya dalam suatu perjalanan yang maha dahsyat dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha . Sebuah perjalanan religius yang mempertemukan makhluknya dengan sang khalik yang sangat sulit untuk kita fahami oleh akar pikiran manusia dan hanya mampu kita fahami hanya dengan keimanan kita. Sholawat beserta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita yang tinggi martabatnya bagai rembulan, indah bagai cahaya terang benderang, luas bagaikan samudera nan biru membentang , beliaulah Nabi besar Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, sampai kepada kita selaku umatnya. Amin yarobbal’alamin!
Sebelum mengawali jalannya acara pada malam hari ini, atas nama panitia IKARISMA, kami mengucapkan ribuan terimakasih atas segala dukungan moril ataupun materil dari bpk/ibu sekalian, dari pertama sampai sekarang hadir pada acara malam hari ini, Dengan harapan mudah-mudahan peringatan Isra’ Mi’raj yang kita laksanakan bersama ini senantiasa dalam keridhaan Allah serta akan membuahkan rahmat dan nikmat bagi kita semua fiddunya wal akhirah, aamiin yaa robbal ‘alamiin. 
  1. Baiklah, hadirin yang dirahmati allah… mengawali seluruh rangkaian acara pada malam hari ini marilah kita buka dengan bersama membaca surat al fatihah. ‘alahadzihinniyah wafikulliniyatin sholihah fil barokati ummul qur’an al-fatihah! 
  2. Acara yang ke dua yaitu tawashul yang akan di pimpin oleh….. kepadanya waktu dan tempat dipersilahkan……….. terimakasih kepada ust…. Yang telah memimpin tawashul pada malam hari ini. 
  3. Melangkah ke acara yang ke tiga yaitu pembacaan ayat suci al-qur’an yang akan di bacakan oleh Ibu. Hj. Siti kuraisyin. Kepadanya waktu dan tempat dipersilahkan.
  4. Acara yang ke empat yaitu pembacaan sholawat 
  5. Acara berikutnya yaitu sambutan-sambutan;
  6. Baiklah hadirin yang budiman, saatnya kita menyaksikan acara inti yaitu mauidho hasanah yang akan disampaikan oleh KH.Ishak Fauzi atau akrab dengan sapaan zamar muda dari cianjur, kepada al-mukarrom KH. Ishak Fauzi waktu dan tempat kami persilahkan! (dari beberapa penting dalam peristiwa isra mi’raj, saya mengutip hadist yang diriwayatkan oleh shahih bukhari bahwa allah terlah berfirman “ Aku sudah lewatkan dan sudah jalankan fardhu Ku untuk hamba-hamba Ku”(Shahih Bukhari) Allah Maha tahu shalat itu 5 waktu bukan 50 waktu, namun Allah ingin memberi isyarat kepada sang Nabi dan kepada ummat beliau yaitu kita berapa besarnya rindu Allah pada kita, berapa besarnya rindu kita kepada Allah Swt, Allah meminta 50 kali kita menghadap, kita 5 kali saja masih ada yang keberatan, berapa cinta Allah kepada kita, berapa cinta kita kepada Allah, Allah minta 50 kali, karena kita lemah kita diberi 5 kali tapi sama dengan 50 waktu seakan akan 50 kali menghadap Allah, inilah cinta nya Rabbul’alamin kepada hamba-Nya. Semoga dengan…bla bla bla ) 
  7. Baiklah tak terasa kita sudah akan menginjakk acara yang terakhir yaitu do’a/penutup yang akan di pimpin oleh DKM mesjid al-mudzakkir. Kepada bpk. H. Hambali waktu dan tempat kami persilahkan. Hadirin yang dirahmati allah. 
5 jam sudah kebersamaan kita pada malam hari ini dalam acara peringatan isra mi’raj banyak sedikitnya ilmu yang kita dapat dalam acara malam hari ini semoga dapat menjadikan diri kita sebagai probadi yang lebih baik, amin!
Kini tiba saatnya saya mc mohon pamit undur diri mohaon maaf bila ada salah-salah kata atau perbuatan. Akhirulkalam, wassalamu’alaikum Wr.Wb

Jumat, 10 Januari 2014

Ikhtisar SISKADA'29-Sukses Dunia Akhirat Berlandaskan Al-Qur'an

--[if !mso]>
BAB I
PENDAHULUAN
                                                                                 
Sumber ilmu pengetahuan. Nampaknya julukan itulah yang pantas dinobatkan untuk kitab suci Al-Qur’an, petunjuk bagi seluruh umat manusia, dan sebagai penyempurna dari kita-kitab Allah terdahulu.
Al-Qur’an seperti sebuah skenario atau skema gambaran berbagai macam peristiwa yang terjadi di dunia, bahkan potret klise kehidupan berikutnya telah tertuang jelas dalam A-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 1-4 yang artinya;
alif lam mim kitab (al-qur’an) ini tidak ada keraguan didalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rejeki yang kami anugerahkan kepada mereka, dan kepada mereka yang beriman kepada kitab (al-quran) yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakini akan adanya (kehidupan) akhirat”
            Tanpa peta, kita pasti akan tersesat di tempat yang belum kita kenal, begitupun manusia, tanpa petunjuk yang benar akan salah jalan menapaki langkah demi langkah hidup di dunia.
                                                                                                                  






            BAB II
SUKSES DUNIA AKHIRAT BERLANDASKAN AL-QUR’AN

I    AL-QUR’AN DAN KEUTAMAANNYA
A.    Hidup Dibawah Lindungan Al-Qur’an
Saat hujan turun kita memerlukan payung untuk melindungi tubuh kita dari basahnya air hujan, saat kita tersesat disuatu tempat kita memerlukan sebuah peta. Begitupun dengan kita menjalani kehidupan di dunia ini tanpa sebuah pedoman kita akan tersesat hidup di dunia karena kita tidak mempunyai petunjuk untuk hidup bahagia di dunia bahkan di akhirat.
Sebagai umat islam, kita meski bersyukur karena kita telah diberikan petunjuk berupa kitab suci yang sering kita sebut dengan sebutan Al-Qur’an sebagai pedoman menjalani hidup di dunia untuk mencapai sukses di akhirat. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Luqman ayat 2-3 yang artinya :
inilah ayat-ayat al-quran yang mengandung hikmah, sebagai petunjuk dan     rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan”
Dari ayat diatas jelas bahwa Al-Qur’an diturunkan untuk penerang atau penuntun umat manusia yang senatiasa berbuat baik. Artinya bahwa orang yang mempelajari Al-Qur’an bahkan sampai memahami isi kandungan Al-Qur’an tidak akan salah melangkah hidup di dunia bahkan bisa sampai hidup bahagia di kehidupan yang kekal abadi.




B.     Keistimewaan Al-Qur’an
Dari beratus-ratus bahkan beribu-ribu keistimewaan Al-Qur’an saya mengambil tiga poin yang berkaitan dengan keistimewaan Al-Qur’an, diantaranya adalah :
·         Al-Qur’an sebagai penyempurna kitab-kitab terdahulu sesuai dengan firmannya :
      “Tidaklah mungkin Al-Qur’an ini dibuat oleh selain allah, tetapi al-qur’an itu membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya. Tidak ada keraguan di dalamnya (diturunkan) dari tuhan semesta alam”( QS. Yunus-37 )
      Dalam ayat ini jelas dikatakan bahwa Al-Qur’an diturunkan sebagai pembenaran atas kitab-kitab Allah terdahulu, ini mnegartikan bahwa bukan berarti kitab-kitab Allah terdahulu tidak benar, tetapi hanya sebagai penyempurna saja atau dalam istilah perbukuan yaitu revisi terhadap buku-buku sebelumnya.
·         Keistimewaan Al-Qur’an berikutnya bahwa allah akan menjaga kemurnian Al-Qur’an dari semenjak diturunkannya hingga sampai hari kiamat, sesia dengan firman-Nya :
      “sesungguhnya kamilah yang menurunkan al-qur’an dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya” ( QS. Al-Hijr-9 )
Maka tidak ada satupun manusia yang berani atau sampai bisa merubah atau menyesatkan ayat-ayat Al-Qur’an. Karena Allah berjanji dalam Al-Qur’an akan menjaganya sampai hari kiamat kelak.
·         Dan keistimewaan berikutnya bahwa Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rosulullah SAW agar beliau mengajarkan kepada umatnya sedikit-demi sedikit atau perlahan-lahan agar mudah dimengerti dan dipahami sesuai dengan peristiwa pada saat itu. Firman Allah SWT :
      ”Dan Al-Qur’an (kami turunkan) berangsur angsur, agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan kami menurunkannya secara bertahap”
( QS. Al-Isra-106 )

    II. MENEGAKKAN TAUHID
A.       Merengkuh Hikmah Dan Ilmu Allah dengan Al-Qur’an
“Sebenarnya kepada siapakah Allah menurunkan Hikmah dan Ilmunya?”
Pertanyaam demikian sering terlintas dalm fikiran kita semua sebagai manusia biasa yang mengharapkan hikmah dan ilmu-Nya, karena barang siapa yang telah mendapat hikmah dan ilmu Allah maka yakinlah orang tersebut akan bahagia di dunia dan di akhirat.
Maka dalam beberapa ayat Al-Qur’an hikmah dan ilmu-Nya akan Allah berikan kepada siapa saja yang ia kehendaki diantaranya bagi mereka yang selalu membaca dan mengamalkan ayat-ayat Al-Qur’an, berbuat baik terhadap sesama, lalu bagi mereka yang selalu mengerjakan sesuatu yang allah kehendaki, dan yang terakhir bagi siapa saja mereka yang berkehendak kepada Tuhannya sesuai dengan firman-Nya :
“hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah, dan Allah. Dialah yang maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi maha terpuji”(QS. Fathir-15)

B.        Mengunduh Rahmat Allah
Satu kata kunci yang tidak boleh terlewatkan selain kata Hikmah dan Ilmu Allah- SWT yaitu “Rahmat”. Rahmat sendiri diambil dari kata r-h-m yang mengandung arti kasih sayang. Dari asal kata ini terdapat bebrapa kata lain dalam Al-Qur’an yaitu rahman, rahim, arham, rahima, marhamah, dan ruhm.  Dalam bahasa arab terdapat kata yang hampir serupa tetapi terdapat beberapa perbedaan penekanan maknanya.
Kata Rahmat sendiri telah diserap kedalam bahasa Indonesia bahkan sudah termaktub dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang mengandung arti belas kasih. Yang jadi permasalahan adalah “kenapa kita harus mengunduh  rahmat allah?”
Kalau kita menengok kembali tujuan hidup manusia yang sesungguhnya di Dunia yaitu semata hanya untuk mencari ridho Allah, maka secara otomatis apabila Rahmat Allah telah kita dapat pun dengan begitunya Ridho Allah akan kita raih. Pertanyaan berikutnya adalah ”lalu bagaimana cara untuk mengunduh Rahmat Allah?”
·         Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 204.
“Dengarkanlah baik-baik jika dibacakan Al-Qur’an dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”
·         Al-Qur’an Surat Al-An’am ayat 155.
“Al-qur’an itu adalah kitab yang kami turunkan dan berkati, maka ikutilah dia dan bertawakalah agar kamu di beri rahmat”


·         Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 56.
“Dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rosul supaya kamu di beri rahmat”
Pada intinya agar Rahmat Allah menghampiri kita semua atau bisa kita dapat jelas kita harus melakukan perbuatan baik, sesuai dengan apa yang Allah perintahkan di Dalam Al-Qur’an.


III. IBADAH
A.       Berniaga Dengan Allah.
Untung dan rugi adalah hal yang biasa dalam perniagaan, tetapi kalau hanya ingin selalu untung dan tidak mengharapkan rugi mungkin sesuatu yang mustahil, tanpa melihat konteks social tentu akan mendapat kecaman dari Allah SWT. Begitu juga hubungan vertical kita dengan Allah, keliru apabila kita terus beritikaf berdiam diri di mesjid dan melupakan kehidupan horizontal kita terhadap sesama manusia, Namun Allah menghendaki apabila kita seimbang dalam menjalani kehidupan dunia maupun akhirat, Tetapi tetap urusan akhiratlah yang harus diutamakan.
Untuk berniaga dengan Allah kita tidak perlu mempunyai modal yang banyak, cukup hanya dengan ketakwaan dan keimanan kita saja. Firman Allah SWT :
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca firman Allah (al-qur’an) dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan pernah rugi” (QS. Fathir-29 )

Oleh karena itu barang siapa yang ingin berniaga tanpa ingin mengalami kerugian, hanya berniaga dengan Allah SWT dengan bermodalkan amal perbuatan baik kita yang kelak akan diperhitungkan nanti.

B.     Mendirikan Sholat
Sholat berasal dari kata shala-yushali-shalatan yang artinya do’a, memohon, atau mengingat allah. Maka apabila kita sering melakukan shalat dengan keikhlasan dalam hati semata-mata hanya untuk beribadah tanpa mengharapkan syurga agar terhindar dari neraka dengan otomatis hubungan sang khalik dengan makhluk-Nya akan melahirkan kedamaian, ketentraman dalam hati lahir maupun batin, Firman Allah SWT :
“Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk”( QS. Al-baqarah-43 )
Allah memerintah umatnya untuk sholat agar manusia selamat di akhirat nanti, tetapi Allah tidak pernah memaksa umat-Nya untuk melaksanakan sholat, karena Allah tidak butuh sholat kita, Allah tidak butuh amal perbuatan baik kita, Hanya saja nanti ada konsekuensi bagi siapa saja yang dengan taat melaksanakan perintah Allah Syurga balasannya, dan bagi siapa yang mengingkarinya Neraka jahanam untuknya.

C.    Taqwa
Secara lughawi Taqwa berarti memelihara atau menjaga sedangkan menurut istilah yaitu taat, patuh dalam  menjalankan segala perintah Allah maupun Rasulnya. dalam hidup dengan dilandasi ketakwaan yang kuat sangatlah penting karena ketakwaan seseorang menentukan klasifikasi kemuliaannya disisi Allah SWT dan juga Allah mendekatkan Syurga untuknya sesuai firman-Nya :
“Dan pada hari itu didekatkanlah syurga kepada orang-orang yang bertakwa”
Maka dari itu jadilah kita semua orang-orang yang bertakwa atau berusaha untuk menjadi manusia yang mulia dihadapan-Nya.

IV. MANUSIA DAN AMAL PERBUATANNYA
A. Manusia Dalam Al-Qur’an
“Siapa yang mengenal dirinya, tentu akan mengenal penciptanya”
Kita diciptakan tentu bukan kehendak kita, Dia menciptakan, meniupkan ruh kedalam jasad kita, mengatur, memelihara dan memberikan rizki juga menuntun kita menuju akhirat melalui petunjuk Al-Qur’an. untuk mengenali diri kita secara paripurna, ungkapan di atas sangatlah penting untuk kita kaji dan pahami.
Proses penciptaan manusia berawal sejak saripati makanan yang diolah dalam tubuh hingga menjadi sel sperma pada laki-laki atau sel telur pada perempuan. Setelah menikah sperma itu membuahi sel telur, setelah mengalami beberapa fase dalam 9bulan lahirlah kita sebagai manusia ke dunia.
Dalam pandangan Al-Qur’an manusia tidak saja berebeda, tetapi juga mengatasi dan mengungguli makhluk makhluk lainnya. Keunggulan manusia itu terletak dalam ahsanu taqwim ( ciptaan terbaik ) baik dalam kesempurnaan bentuk ragawi maupun dalam kemampuan ruhaninya, intelektual, moral maupun spiritual. Namun keistimewaan tersebut tidak dengan sendirinya membuat manusia lebih mulia. seseorang bisa meraih kemuliaan bila ia mampu berperilaku secara mulia, sebaliknya ia akan terjerumus kedalam kehinaan bila perilakunya tidak sesuai dengan tuntunan ajaran agama.
Berdasarkan penelitian fisik dan materi manusia itu tidak begitu istimewa jika coba diuraikan. Unsur-unsur yang ada didalam diri seseorang yang memiliki berat badan 60 kg sebagai berikut :
Ø  45 Liter air
Ø  Zat lemak, dapat dibuat 7 batang sabun cuci
Ø  Zat arang, dapat di buat 9000 mata pensil
Ø  Zat fosfor, dapat di buat satu batang paku
Ø  Zat belerang, dapat dibuat untuk membasmi kutu
Ø  Zat kapur, dapat mengapur rumah kecil
Itulah unsur-unsur yang ada dalam tubuh manusia, jika dijual per satuan tak terlalu mahal. Untuk itu kita sebagai manusia sangatlah tidak patut apabila kita berbuat sombong karena tidak ada satu bagianpun atau suatu hal yang patut untuk kita sombongkan, hanya Allah yang memiliki segala yang ada di muka bumi ini.

B.  Sabar
              “Teori itu gampang, hanya aplikasinya saja  yang sulit”
Mungkin ungkapan seperti itulah yang cocok untuk menggambarkan kata Sabar. Mudah untuk dipahami secara makna, namun sulit untuk kita praktekan dalam kehidupan sehar-hari, apalagi saat kita mendapatkan cobaan. Secara hawa nafsu saat kita ditimpa cobaan dari allah, inginnya kita cepat terlepas atau mengambil jalan pintas untuk keluar dari cobaan itu, padahal kesabaran inilah yang membuat manusia berbeda disisi tuhan-Nya.
Dalam Al-Qur’an Allah menyebutkan beberapa manusia pilihan yang memiliki kesabaran lebih dibanding manusia pada umunya seperti Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Ayyub, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad. Adapun definisi sabar sendiri adalah keteguhan hati terhadap Allah SWT untuk mengendalikan hawa nafsu dan pikiran saat menunggu sesuatu tiba pada waktunya, baik menunggu proses atau hasil. Manusia pada hakikat penciptaannya memiliki sifat tergesa-gesa, menginginkan sesuatu yang dia idam-idamkan dengan segera atau instan. Namun disinilah keadilan allah ditunjukkan untuk makhluk-Nya, disamping allah menyelipkan sifat tergesa-gesa pada manusia disana juga allah menciptakan sabar sebagai obat dari sifat tergesa-gesa itu, sesuai dengan Firman-Nya dalam Al-Qur’an,
“Manusia diciptakan (bersifat) tegesa-gesa. Kelak akan aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya”
Dan allah membalas perbuatan manusia yang bisa memperaktekan sabar dalam kehidupan sehari-hari dengan hamparan ampunan baginya dan pahala yang besar. Sesuai dengan firmannya :
“sungguh laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan uang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”

Untuk itu semoga kita dapat mengaplikasikan sabar dalam kehidupan kita sehari-hari, selagi masih ada waktu di dunia, pergunakanlah sisa umur hidup kita dengan amal dan perbuatan yang diridhai oleh Allah, diantaranya sabar. janganlah kita termasuk kepada golongan orang-orang yang sabar di akhirat, karena percuma tidak akan berakibat apapun.

C.  Taubat
Kita sebagai manusia yang lemah dan penuh keterbatasan pasti akan tergoda untuk melakukan dosa, jangankan kita sebagai manusia biasa, tingkatan nabi pun masih melakukan dosa, Karena sesuai dengan janjinya iblis kepada Allah bahwa mereka akan mengganggu anak cucu Nabi Adam sampai hari kiamat kelak, agar anak cucu Nabi Adam bisa terjerumus oleh godaannya dan menjadi teman mereka di Neraka nanti.
Akar dari kata tobat adalah taba-yatubu-taubatan yang memiliki arti kembali. Namun dalam konteks yang akan kita bahas kali ini yaitu kembali ke jalan yang benar dan diridhai Allah. Allah maha penerima tobat, sebagaimana dinyatakan dalam salah satu firmannya :
“Dan andaikata tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atas dirimu, dan (andaikata) Allah bukan penerima tobat lagi mahabijaksana, ( niscaya kamu akan mengalami kesulitan-kesulitan)”
 Untuk itulah allah pasti mengampuni dosa umatnya seberapa besarpun itu, hanya satu yang allah tidak terima tobatnya yaitu bagi orang-orang yang berbuat musyrik terhadap diri-Nya. Untuk memohon tobat allah tidak menentukan kapan dan dimana kita harus bertobat, asalkan tobat dilakukan sesegera mungkin tanpa ditunda-tunda. Dan satu hal yang terpenting agar kita memohon tobat dengan tobat yang sebenar-benarnya tobat (taubatan nashuha).

V . KEHIDUPAN DALAM RUANG LINGKUP KELUARGA
A.    Mewujudkan Keluarga Bahagia
Sering kita mendengar istilah sakinah, mawaddah, dan warohmah  dalam setiap pernikahan orang islam. Itulah tujuan sesungguhnya yang diidam-idamkan setiap keluarga umat islam di dunia. Tetapi untuk mewujudkannya tidaklah semudah membalikan telapak tangan, diperlukan kerjasama antar sesama anggota keluarga untuk menciptakan keluarga yang berlandaskan cinta kasih dan kerinduan .
Namun untuk menciptakan keluarga yang berlandaskan cinta kasih dan kerinduan bukan hadiah yang didapatkan secara Cuma-Cuma. Perlu usaha untuk mewujudkannya. Di setiap usaha untuk mewujudkannya tentulah iblis tidak tinggal diam, mereka pasti tidak senang apabila umat manusia khususnya umat musllim hidup sesuai dengan apa yang dianjurkan Al-Qur’an. Tetapi Allah juga memberikan petunjuk agar kita tidak tergoda oleh rayuan iblis dan menjadi keluarga harmonis, yaitu dengan saling memelihara hubungan baik antara sesama anggota keluarga. Apabila hubungan antar sesame anggota keluarga sudahlah kuat maka dengan sendirinya ia mampu menghalangi segala godaan iblis. Firman Allah SWT :
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu serta keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai allah terhadap apa yang telah Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Sebetulnya ukuran keluarga bahagia setiap orang itu relatif, artinya berbeda antara keluarga yang satu dengan yang lainnya. Asalkan kita bisa mensyukuri apa yang telah allah berikan untuk kita dan tidak mengharapkan terlalu berlebih kepada allah swt. Sarana yang bisa kita dapatkan untuk menempuh keluarga bahagia yaitu satu-satunya dengan selalu mensyukuri pemberian nikmat allah yang kita terima setiap hari, dengan begitu hati kita dan anggota keluarga kita akan merasa damai dan tentram untuk menjalani kehidupan di dunia.

B.     Menjalankan Hak dan Kewajiban dalam Keluarga
Hak dan Kewajiban merupakan dua kata yang saling berhubungan diantara keduanya, tidak akan bisa terpenuhi suatu hak apabila tidak didampangi dengan kewajiban begitupun dan terus sebaliknya seperti itu. Namun hak dan kewajiban diantara sesama anggota keluarga sangatlah berbeda dengan hak dan kewajiban yang diatur dalan tatanan kewarganegaraan yang memang diatur dalam undang-undang Republik Indonesia. Jika hak dan kewajiban yang diatur dalam undang-undang dilaksanankan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada, namun hak dan kewajiban antar sesama anggota keluarga lebih cenderung dikatakan toleransi antar sesama anggota keluarga, seperti contoh Allah memerintahkan kewajiban orang tua terhadap anaknya, dalam Al-Qur’an dijelaskan :
“para ibu hendaklah menyusui anak-anak mereka selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui dengan sempurna. Kewajiban ayah menanggung nafkah dan  pakaian mereka dengan cara makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya…”
Dalam al-qur’an dijelaskan demikian. Dengan begitu sudah kewajiban semua orang tua di dunia untuk menjalankan apa ayang telah allah perintahkan dalam ayat di atas, maka dari itu sudah menjadi hak kita sebagai seorang anak mendapatkan apa yang seharusnya kita dapatkan. Dan apabila kita tidak mendapatkan hak kita, semua itu bisa kita tuntut ketika kelak di hari perhitungan nanti. Namun sebagai timbal baliknya kita selaku anak wajib patuh dan taat kepada orang tua sebagai hak orang tua yang sepantasnya didapatkan dari kita.
















BAB III
PENUTUP

Allah swt menurunkan Al-Qur’an ke muka bumi melalui Nabi Muhammad saw sebagai penerang, petunjuk bagi seluruh umat-Nya yang beriman kepada apa yang telah di wahyukan kepada para rosul-Nya. Dalam Al-Qur’an semua tentang aspek kehidupan, semua tentang peristiwa pada masanya tercatat dalam Al-Qur’an, pun dengan kehidupan akhirat yang telah allah jelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an.
Sebagai umat islam kita patut mengimani, mempelajari dan mengamalkan segala yang terkandung dalam Al-Qur’an. Karena hanya Al-Qur’an lah yang mampu menuntun kita untuk hidup bahagia di dunia dan di akhirat. Al-Qur’an mengatur hubungan vertikal kita dengan Tuhan, maupun hubungan horizontal kita dengan sesama umat manusia. Dan kunci sukses untuk meraih kehidupan yang hakiki dunia akhirat.
Dengan demikian kunci untuk mencapai bahagia di dunia dan akhirat sesungguhnya hanya dengan menjalankan perintah allah dalam Al-Qur’an, namun saya tidak memungkiri untuk mengikuti kehidupan yang berlandaskan Al-Qur’an sangatlah tidak mudah, selalu ada rintangan dan cobaan menghalangi usaha kita, namun yakinlah, dengan keimanan yang kuat dan ketabahan hati serta ketakwaan terhadap allah swt. Pasti semua itu akan terasa sangat mudah. Wallahu’alam…



RIWAYAT HIDUP
   IMG_6280.JPGAditya Yusup Mulyana lahir di Purwakarta, pada tanggal 4 Agustus 1995, anak ke-2 dari dua bersaudara ini aktif dalam berorganisasi dan kegiatan informal lainnya yaitu, sebelum duduk di bangku SD ia menamatkan pendidikan taman kanak-kanak di TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN ASSALAM pada tahun 2003, melanjutkan sekolah dasar di SDN1 CIBOGOHILIR tak jauh dari tempat tinggalnya, dan dari mulai sejak kelas 1-6 SD dipercaya menjadi ketua kelas, ketika kelas 3 SD ia menamatkan Pendidikan MENTAL ARITMATIKA (SEMPOA) sampai dengan level 6. dan tamat SD pada tahun 2008. Dari jenjang pendidikan SD-SMP ia juga menamatkan KURSUS B.INGGRIS di MECEC (MELIA ENGLISH COURSE EDUCATION CENTRE) kurang lebih 5tahun. Setelah itu melanjutkan sekolah di SMPN1 PLERED aktif juga dalam OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) mulai dari kelas 1 SMP dipercaya menangani bidang peribadatan. dan ketika duduk di bangku kelas 2 SMP dipercaya sebagai Ketua OSIS melalui pemilihan oleh seluruh siwa dan guru. Setelah tamat SMP pada tahun 2011, ia melanjutkan pendidikannya di PONDOK PESANTREN DARUSSALAM, Kasomalang-Subang. Ketika mulai belajar organisasi dalam ruang lingkup marhalah dipercaya sebagai wakil ketua marhalah GHIFARISCHA’29. Menginjak kelas dua ia mewakili Pondok dalam Acara JAMBORE KOPERASI SISWA Tingkat NASIONAL di GRAND Hotel Lembang. lalu dipercaya membimbing adik kelasnya kelas 1 intensif selama  6 bulan lamanya. Setelah itu menuju kepengurusan mengikuti beberapa program kepengurusan seperti; PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN DAN MENEJEMEN (PKM), PENDIDIKAN BELA NEGARA di RINDAM III SILIWANGI yg bertempat di Cikole-Lembang, dan KURSUS MAHIR TINGKAT DASAR. Setelah melalui beberapa proses pendidikan lalu dilantik oleh Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam sebagai Pengurus OPPD, dan diberi mandat sebagai BAGIAN PENGGERAK BAHASA PUSAT.