BAB
I
PENDAHULUAN
Sumber ilmu
pengetahuan. Nampaknya julukan itulah yang pantas dinobatkan untuk kitab suci
Al-Qur’an, petunjuk bagi seluruh umat manusia, dan sebagai penyempurna dari
kita-kitab Allah terdahulu.
Al-Qur’an
seperti sebuah skenario atau skema gambaran berbagai macam peristiwa yang
terjadi di dunia, bahkan potret klise kehidupan berikutnya telah tertuang jelas
dalam A-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 1-4 yang
artinya;
“alif lam mim kitab (al-qur’an) ini tidak ada
keraguan didalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa yaitu mereka yang
beriman kepada yang gaib, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rejeki
yang kami anugerahkan kepada mereka, dan kepada mereka yang beriman kepada
kitab (al-quran) yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakini akan
adanya (kehidupan) akhirat”
Tanpa peta, kita
pasti akan tersesat di tempat yang belum kita kenal, begitupun manusia, tanpa
petunjuk yang benar akan salah jalan menapaki langkah demi langkah hidup di
dunia.
BAB II
SUKSES DUNIA AKHIRAT BERLANDASKAN
AL-QUR’AN
I AL-QUR’AN DAN KEUTAMAANNYA
A. Hidup Dibawah Lindungan Al-Qur’an
Saat hujan turun kita memerlukan payung untuk
melindungi tubuh kita dari basahnya air hujan, saat kita tersesat disuatu
tempat kita memerlukan sebuah peta. Begitupun dengan kita menjalani kehidupan
di dunia ini tanpa sebuah pedoman kita akan tersesat hidup di dunia karena kita
tidak mempunyai petunjuk untuk hidup bahagia di dunia bahkan di akhirat.
Sebagai umat islam, kita meski bersyukur karena kita
telah diberikan petunjuk berupa kitab suci yang sering kita sebut dengan
sebutan Al-Qur’an sebagai pedoman menjalani hidup di dunia untuk mencapai
sukses di akhirat. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Luqman ayat 2-3 yang
artinya :
“inilah
ayat-ayat al-quran yang mengandung hikmah, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat
kebaikan”
Dari ayat diatas jelas bahwa Al-Qur’an diturunkan
untuk penerang atau penuntun umat manusia yang senatiasa berbuat baik. Artinya
bahwa orang yang mempelajari Al-Qur’an bahkan sampai memahami isi kandungan
Al-Qur’an tidak akan salah melangkah hidup di dunia bahkan bisa sampai hidup
bahagia di kehidupan yang kekal abadi.
B. Keistimewaan Al-Qur’an
Dari beratus-ratus bahkan beribu-ribu keistimewaan
Al-Qur’an saya mengambil tiga poin yang berkaitan dengan keistimewaan
Al-Qur’an, diantaranya adalah :
·
Al-Qur’an sebagai penyempurna
kitab-kitab terdahulu sesuai dengan firmannya :
“Tidaklah
mungkin Al-Qur’an ini dibuat oleh selain allah, tetapi al-qur’an itu
membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah
ditetapkan-Nya. Tidak ada keraguan di dalamnya (diturunkan) dari tuhan semesta
alam”( QS. Yunus-37 )
Dalam ayat ini jelas
dikatakan bahwa Al-Qur’an diturunkan sebagai pembenaran atas kitab-kitab Allah
terdahulu, ini mnegartikan bahwa bukan berarti kitab-kitab Allah terdahulu
tidak benar, tetapi hanya sebagai penyempurna saja atau dalam istilah perbukuan
yaitu revisi terhadap buku-buku sebelumnya.
·
Keistimewaan Al-Qur’an berikutnya bahwa
allah akan menjaga kemurnian Al-Qur’an dari semenjak diturunkannya hingga
sampai hari kiamat, sesia dengan firman-Nya :
“sesungguhnya
kamilah yang menurunkan al-qur’an dan sesungguhnya kami benar-benar
memeliharanya” ( QS. Al-Hijr-9 )
Maka tidak ada
satupun manusia yang berani atau sampai bisa merubah atau menyesatkan ayat-ayat
Al-Qur’an. Karena Allah berjanji dalam Al-Qur’an akan menjaganya sampai hari
kiamat kelak.
·
Dan keistimewaan berikutnya bahwa
Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rosulullah SAW agar beliau
mengajarkan kepada umatnya sedikit-demi sedikit atau perlahan-lahan agar mudah
dimengerti dan dipahami sesuai dengan peristiwa pada saat itu. Firman Allah SWT
:
”Dan
Al-Qur’an (kami turunkan) berangsur angsur, agar engkau (Muhammad)
membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan kami menurunkannya secara
bertahap”
(
QS. Al-Isra-106 )
II. MENEGAKKAN TAUHID
A. Merengkuh Hikmah Dan Ilmu Allah
dengan Al-Qur’an
“Sebenarnya kepada siapakah Allah
menurunkan Hikmah dan Ilmunya?”
Pertanyaam
demikian sering terlintas dalm fikiran kita semua sebagai manusia biasa yang
mengharapkan hikmah dan ilmu-Nya, karena barang siapa yang telah mendapat
hikmah dan ilmu Allah maka yakinlah orang tersebut akan bahagia di dunia dan di
akhirat.
Maka
dalam beberapa ayat Al-Qur’an hikmah dan ilmu-Nya akan Allah berikan kepada
siapa saja yang ia kehendaki diantaranya bagi mereka yang selalu membaca dan
mengamalkan ayat-ayat Al-Qur’an, berbuat baik terhadap sesama, lalu bagi mereka
yang selalu mengerjakan sesuatu yang allah kehendaki, dan yang terakhir bagi
siapa saja mereka yang berkehendak kepada Tuhannya sesuai dengan firman-Nya :
“hai manusia, kamulah yang berkehendak
kepada Allah, dan Allah. Dialah yang maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi
maha terpuji”(QS. Fathir-15)
B.
Mengunduh
Rahmat Allah
Satu
kata kunci yang tidak boleh terlewatkan selain kata Hikmah dan Ilmu Allah- SWT
yaitu “Rahmat”. Rahmat sendiri diambil dari kata r-h-m yang mengandung arti kasih sayang. Dari asal kata ini
terdapat bebrapa kata lain dalam Al-Qur’an yaitu rahman, rahim, arham, rahima, marhamah, dan ruhm. Dalam bahasa arab terdapat kata yang hampir
serupa tetapi terdapat beberapa perbedaan penekanan maknanya.
Kata
Rahmat sendiri telah diserap kedalam bahasa Indonesia bahkan sudah termaktub
dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang mengandung arti belas kasih.
Yang jadi permasalahan adalah “kenapa
kita harus mengunduh rahmat allah?”
Kalau
kita menengok kembali tujuan hidup manusia yang sesungguhnya di Dunia yaitu
semata hanya untuk mencari ridho Allah, maka secara otomatis apabila Rahmat
Allah telah kita dapat pun dengan begitunya Ridho Allah akan kita raih.
Pertanyaan berikutnya adalah ”lalu
bagaimana cara untuk mengunduh Rahmat Allah?”
·
Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 204.
“Dengarkanlah baik-baik jika
dibacakan Al-Qur’an dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”
·
Al-Qur’an Surat Al-An’am ayat 155.
“Al-qur’an itu adalah kitab yang
kami turunkan dan berkati, maka ikutilah dia dan bertawakalah agar kamu di beri
rahmat”
·
Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 56.
“Dirikanlah sholat, tunaikanlah
zakat, dan taatlah kepada rosul supaya kamu di beri rahmat”
Pada
intinya agar Rahmat Allah menghampiri kita semua atau bisa kita dapat jelas
kita harus melakukan perbuatan baik, sesuai dengan apa yang Allah perintahkan
di Dalam Al-Qur’an.
III.
IBADAH
A.
Berniaga
Dengan Allah.
Untung
dan rugi adalah hal yang biasa dalam perniagaan, tetapi kalau hanya ingin
selalu untung dan tidak mengharapkan rugi mungkin sesuatu yang mustahil, tanpa
melihat konteks social tentu akan mendapat kecaman dari Allah SWT. Begitu juga
hubungan vertical kita dengan Allah, keliru apabila kita terus beritikaf
berdiam diri di mesjid dan melupakan kehidupan horizontal kita terhadap sesama
manusia, Namun Allah menghendaki apabila kita seimbang dalam menjalani
kehidupan dunia maupun akhirat, Tetapi tetap urusan akhiratlah yang harus
diutamakan.
Untuk
berniaga dengan Allah kita tidak perlu mempunyai modal yang banyak, cukup hanya
dengan ketakwaan dan keimanan kita saja. Firman Allah SWT :
“Sesungguhnya orang-orang yang
selalu membaca firman Allah (al-qur’an) dan melaksanakan shalat dan
menginfakkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam
dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan pernah
rugi” (QS. Fathir-29 )
Oleh
karena itu barang siapa yang ingin berniaga tanpa ingin mengalami kerugian,
hanya berniaga dengan Allah SWT dengan bermodalkan amal perbuatan baik kita
yang kelak akan diperhitungkan nanti.
B.
Mendirikan
Sholat
Sholat
berasal dari kata shala-yushali-shalatan yang
artinya do’a, memohon, atau mengingat allah. Maka apabila kita sering melakukan
shalat dengan keikhlasan dalam hati semata-mata hanya untuk beribadah tanpa
mengharapkan syurga agar terhindar dari neraka dengan otomatis hubungan sang khalik dengan makhluk-Nya akan melahirkan kedamaian, ketentraman dalam hati lahir
maupun batin, Firman Allah SWT :
“Dirikanlah shalat, tunaikanlah
zakat, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk”( QS. Al-baqarah-43 )
Allah
memerintah umatnya untuk sholat agar manusia selamat di akhirat nanti, tetapi
Allah tidak pernah memaksa umat-Nya untuk melaksanakan sholat, karena Allah
tidak butuh sholat kita, Allah tidak butuh amal perbuatan baik kita, Hanya saja
nanti ada konsekuensi bagi siapa saja yang dengan taat melaksanakan perintah
Allah Syurga balasannya, dan bagi siapa yang mengingkarinya Neraka jahanam
untuknya.
C.
Taqwa
Secara
lughawi Taqwa berarti memelihara atau
menjaga sedangkan menurut istilah yaitu taat, patuh dalam menjalankan segala perintah Allah maupun
Rasulnya. dalam hidup dengan dilandasi ketakwaan yang kuat sangatlah penting
karena ketakwaan seseorang menentukan klasifikasi kemuliaannya disisi Allah SWT
dan juga Allah mendekatkan Syurga untuknya sesuai firman-Nya :
“Dan pada hari itu didekatkanlah
syurga kepada orang-orang yang bertakwa”
Maka
dari itu jadilah kita semua orang-orang yang bertakwa atau berusaha untuk menjadi
manusia yang mulia dihadapan-Nya.
IV.
MANUSIA DAN AMAL PERBUATANNYA
A. Manusia Dalam Al-Qur’an
“Siapa yang mengenal dirinya, tentu
akan mengenal penciptanya”
Kita diciptakan tentu bukan kehendak kita, Dia menciptakan, meniupkan
ruh kedalam jasad kita, mengatur, memelihara dan memberikan rizki juga menuntun
kita menuju akhirat melalui petunjuk Al-Qur’an. untuk mengenali diri kita
secara paripurna, ungkapan di atas sangatlah penting untuk kita kaji dan
pahami.
Proses penciptaan manusia berawal
sejak saripati makanan yang diolah dalam tubuh hingga menjadi sel sperma pada
laki-laki atau sel telur pada perempuan. Setelah menikah sperma itu membuahi
sel telur, setelah mengalami beberapa fase dalam 9bulan lahirlah kita sebagai
manusia ke dunia.
Dalam pandangan Al-Qur’an manusia
tidak saja berebeda, tetapi juga mengatasi dan mengungguli makhluk makhluk
lainnya. Keunggulan manusia itu terletak dalam ahsanu taqwim ( ciptaan terbaik ) baik dalam kesempurnaan bentuk
ragawi maupun dalam kemampuan ruhaninya, intelektual, moral maupun spiritual.
Namun keistimewaan tersebut tidak dengan sendirinya membuat manusia lebih
mulia. seseorang bisa meraih kemuliaan bila ia mampu berperilaku secara mulia,
sebaliknya ia akan terjerumus kedalam kehinaan bila perilakunya tidak sesuai
dengan tuntunan ajaran agama.
Berdasarkan penelitian fisik dan
materi manusia itu tidak begitu istimewa jika coba diuraikan. Unsur-unsur yang
ada didalam diri seseorang yang memiliki berat badan 60 kg sebagai berikut :
Ø 45
Liter air
Ø Zat
lemak, dapat dibuat 7 batang sabun cuci
Ø Zat
arang, dapat di buat 9000 mata pensil
Ø Zat
fosfor, dapat di buat satu batang paku
Ø Zat
belerang, dapat dibuat untuk membasmi kutu
Ø Zat
kapur, dapat mengapur rumah kecil
Itulah unsur-unsur yang
ada dalam tubuh manusia, jika dijual per satuan tak terlalu mahal. Untuk itu
kita sebagai manusia sangatlah tidak patut apabila kita berbuat sombong karena
tidak ada satu bagianpun atau suatu hal yang patut untuk kita sombongkan, hanya
Allah yang memiliki segala yang ada di muka bumi ini.
B. Sabar
“Teori itu gampang, hanya
aplikasinya saja yang sulit”
Mungkin ungkapan seperti itulah
yang cocok untuk menggambarkan kata Sabar. Mudah untuk dipahami secara
makna, namun sulit untuk kita praktekan dalam kehidupan sehar-hari, apalagi
saat kita mendapatkan cobaan. Secara hawa nafsu saat kita ditimpa cobaan dari
allah, inginnya kita cepat terlepas atau mengambil jalan pintas untuk keluar
dari cobaan itu, padahal kesabaran inilah yang membuat manusia berbeda disisi
tuhan-Nya.
Dalam Al-Qur’an Allah menyebutkan
beberapa manusia pilihan yang memiliki kesabaran lebih dibanding manusia pada
umunya seperti Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Ayyub, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad.
Adapun definisi sabar sendiri adalah keteguhan
hati terhadap Allah SWT untuk mengendalikan hawa nafsu dan pikiran saat
menunggu sesuatu tiba pada waktunya, baik menunggu proses atau hasil. Manusia
pada hakikat penciptaannya memiliki sifat tergesa-gesa, menginginkan sesuatu
yang dia idam-idamkan dengan segera atau instan. Namun disinilah keadilan allah
ditunjukkan untuk makhluk-Nya,
disamping allah menyelipkan sifat tergesa-gesa pada manusia disana juga allah
menciptakan sabar sebagai obat dari sifat tergesa-gesa itu, sesuai dengan
Firman-Nya dalam Al-Qur’an,
“Manusia
diciptakan (bersifat) tegesa-gesa. Kelak akan aku perlihatkan kepadamu
tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya”
Dan allah membalas perbuatan
manusia yang bisa memperaktekan sabar dalam kehidupan sehari-hari dengan
hamparan ampunan baginya dan pahala yang besar. Sesuai dengan firmannya :
“sungguh
laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan
perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan uang benar,
laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk,
laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa,
laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan
yang banyak menyebut (nama) Allah, allah telah menyediakan untuk mereka ampunan
dan pahala yang besar”
Untuk itu semoga kita dapat
mengaplikasikan sabar dalam kehidupan kita sehari-hari, selagi masih ada waktu
di dunia, pergunakanlah sisa umur hidup kita dengan amal dan perbuatan yang
diridhai oleh Allah, diantaranya sabar. janganlah kita termasuk kepada golongan
orang-orang yang sabar di akhirat, karena percuma tidak akan berakibat apapun.
C. Taubat
Kita sebagai manusia yang lemah dan
penuh keterbatasan pasti akan tergoda untuk melakukan dosa, jangankan kita
sebagai manusia biasa, tingkatan nabi pun masih melakukan dosa, Karena sesuai
dengan janjinya iblis kepada Allah bahwa mereka akan mengganggu anak cucu Nabi
Adam sampai hari kiamat kelak, agar anak cucu Nabi Adam bisa terjerumus oleh
godaannya dan menjadi teman mereka di Neraka nanti.
Akar dari kata tobat adalah taba-yatubu-taubatan yang memiliki arti
kembali. Namun dalam konteks yang akan kita bahas kali ini yaitu kembali ke
jalan yang benar dan diridhai Allah. Allah maha penerima tobat, sebagaimana
dinyatakan dalam salah satu firmannya :
“Dan
andaikata tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atas dirimu, dan (andaikata)
Allah bukan penerima tobat lagi mahabijaksana, ( niscaya kamu akan mengalami
kesulitan-kesulitan)”
Untuk itulah allah pasti mengampuni dosa
umatnya seberapa besarpun itu, hanya satu yang allah tidak terima tobatnya
yaitu bagi orang-orang yang berbuat musyrik terhadap diri-Nya. Untuk memohon
tobat allah tidak menentukan kapan dan dimana kita harus bertobat, asalkan
tobat dilakukan sesegera mungkin tanpa ditunda-tunda. Dan satu hal yang
terpenting agar kita memohon tobat dengan tobat yang sebenar-benarnya tobat (taubatan nashuha).
V
. KEHIDUPAN DALAM RUANG LINGKUP KELUARGA
A. Mewujudkan Keluarga Bahagia
Sering
kita mendengar istilah sakinah, mawaddah,
dan warohmah dalam setiap pernikahan
orang islam. Itulah tujuan sesungguhnya yang diidam-idamkan setiap keluarga
umat islam di dunia. Tetapi untuk mewujudkannya tidaklah semudah membalikan
telapak tangan, diperlukan kerjasama antar sesama anggota keluarga untuk
menciptakan keluarga yang berlandaskan cinta kasih dan kerinduan .
Namun
untuk menciptakan keluarga yang berlandaskan cinta kasih dan kerinduan bukan
hadiah yang didapatkan secara Cuma-Cuma. Perlu usaha untuk mewujudkannya. Di
setiap usaha untuk mewujudkannya tentulah iblis tidak tinggal diam, mereka
pasti tidak senang apabila umat manusia khususnya umat musllim hidup sesuai
dengan apa yang dianjurkan Al-Qur’an. Tetapi Allah juga memberikan petunjuk
agar kita tidak tergoda oleh rayuan iblis dan menjadi keluarga harmonis, yaitu
dengan saling memelihara hubungan baik antara sesama anggota keluarga. Apabila
hubungan antar sesame anggota keluarga sudahlah kuat maka dengan sendirinya ia
mampu menghalangi segala godaan iblis. Firman Allah SWT :
“Hai orang-orang yang beriman,
peliharalah dirimu serta keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah
manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak
mendurhakai allah terhadap apa yang telah Dia perintahkan kepada mereka dan
selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Sebetulnya
ukuran keluarga bahagia setiap orang itu relatif, artinya berbeda antara
keluarga yang satu dengan yang lainnya. Asalkan kita bisa mensyukuri apa yang
telah allah berikan untuk kita dan tidak mengharapkan terlalu berlebih kepada
allah swt. Sarana yang bisa kita dapatkan untuk menempuh keluarga bahagia yaitu
satu-satunya dengan selalu mensyukuri pemberian nikmat allah yang kita terima
setiap hari, dengan begitu hati kita dan anggota keluarga kita akan merasa
damai dan tentram untuk menjalani kehidupan di dunia.
B.
Menjalankan Hak dan Kewajiban dalam
Keluarga
Hak
dan Kewajiban merupakan dua kata yang saling berhubungan diantara keduanya,
tidak akan bisa terpenuhi suatu hak apabila tidak didampangi dengan kewajiban
begitupun dan terus sebaliknya seperti itu. Namun hak dan kewajiban diantara
sesama anggota keluarga sangatlah berbeda dengan hak dan kewajiban yang diatur
dalan tatanan kewarganegaraan yang memang diatur dalam undang-undang Republik
Indonesia. Jika hak dan kewajiban yang diatur dalam undang-undang dilaksanankan
sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada, namun hak dan kewajiban antar
sesama anggota keluarga lebih cenderung dikatakan toleransi antar sesama
anggota keluarga, seperti contoh Allah memerintahkan kewajiban orang tua
terhadap anaknya, dalam Al-Qur’an dijelaskan :
“para ibu hendaklah menyusui
anak-anak mereka selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui dengan
sempurna. Kewajiban ayah menanggung nafkah dan
pakaian mereka dengan cara makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan
menurut kadar kesanggupannya…”
Dalam
al-qur’an dijelaskan demikian. Dengan begitu sudah kewajiban semua orang tua di
dunia untuk menjalankan apa ayang telah allah perintahkan dalam ayat di atas,
maka dari itu sudah menjadi hak kita sebagai seorang anak mendapatkan apa yang
seharusnya kita dapatkan. Dan apabila kita tidak mendapatkan hak kita, semua
itu bisa kita tuntut ketika kelak di hari perhitungan nanti. Namun sebagai
timbal baliknya kita selaku anak wajib patuh dan taat kepada orang tua sebagai
hak orang tua yang sepantasnya didapatkan dari kita.
BAB III
PENUTUP
Allah
swt menurunkan Al-Qur’an ke muka bumi melalui Nabi Muhammad saw sebagai
penerang, petunjuk bagi seluruh umat-Nya yang beriman kepada apa yang telah di
wahyukan kepada para rosul-Nya. Dalam Al-Qur’an semua tentang aspek kehidupan,
semua tentang peristiwa pada masanya tercatat dalam Al-Qur’an, pun dengan
kehidupan akhirat yang telah allah jelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an.
Sebagai
umat islam kita patut mengimani, mempelajari dan mengamalkan segala yang
terkandung dalam Al-Qur’an. Karena hanya Al-Qur’an lah yang mampu menuntun kita
untuk hidup bahagia di dunia dan di akhirat. Al-Qur’an mengatur hubungan
vertikal kita dengan Tuhan, maupun hubungan horizontal kita dengan sesama umat
manusia. Dan kunci sukses untuk meraih kehidupan yang hakiki dunia akhirat.
Dengan
demikian kunci untuk mencapai bahagia di dunia dan akhirat sesungguhnya hanya
dengan menjalankan perintah allah dalam Al-Qur’an, namun saya tidak memungkiri
untuk mengikuti kehidupan yang berlandaskan Al-Qur’an sangatlah tidak mudah,
selalu ada rintangan dan cobaan menghalangi usaha kita, namun yakinlah, dengan
keimanan yang kuat dan ketabahan hati serta ketakwaan terhadap allah swt. Pasti
semua itu akan terasa sangat mudah. Wallahu’alam…
RIWAYAT HIDUP
Aditya Yusup Mulyana lahir di
Purwakarta, pada tanggal 4 Agustus 1995, anak ke-2 dari dua bersaudara ini
aktif dalam berorganisasi dan kegiatan informal lainnya yaitu, sebelum duduk di
bangku SD ia menamatkan pendidikan taman kanak-kanak di TAMAN PENDIDIKAN
AL-QUR’AN ASSALAM pada tahun 2003, melanjutkan sekolah dasar di SDN1
CIBOGOHILIR tak jauh dari tempat tinggalnya, dan dari mulai sejak kelas 1-6 SD
dipercaya menjadi ketua kelas, ketika kelas 3 SD ia menamatkan Pendidikan
MENTAL ARITMATIKA (SEMPOA) sampai dengan level 6. dan tamat SD pada tahun 2008.
Dari jenjang pendidikan SD-SMP ia juga menamatkan KURSUS B.INGGRIS di MECEC
(MELIA ENGLISH COURSE EDUCATION CENTRE) kurang lebih 5tahun. Setelah itu
melanjutkan sekolah di SMPN1 PLERED aktif juga dalam OSIS (Organisasi Siswa
Intra Sekolah) mulai dari kelas 1 SMP dipercaya menangani bidang peribadatan.
dan ketika duduk di bangku kelas 2 SMP dipercaya sebagai Ketua OSIS melalui
pemilihan oleh seluruh siwa dan guru. Setelah tamat SMP pada tahun 2011, ia
melanjutkan pendidikannya di PONDOK PESANTREN DARUSSALAM, Kasomalang-Subang.
Ketika mulai belajar organisasi dalam ruang lingkup marhalah dipercaya sebagai wakil ketua marhalah GHIFARISCHA’29.
Menginjak kelas dua ia mewakili Pondok dalam Acara JAMBORE KOPERASI SISWA
Tingkat NASIONAL di GRAND Hotel Lembang. lalu dipercaya membimbing adik
kelasnya kelas 1 intensif selama 6 bulan
lamanya. Setelah itu menuju kepengurusan mengikuti beberapa program
kepengurusan seperti; PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN DAN MENEJEMEN (PKM), PENDIDIKAN
BELA NEGARA di RINDAM III SILIWANGI yg bertempat di Cikole-Lembang, dan KURSUS
MAHIR TINGKAT DASAR. Setelah melalui beberapa proses pendidikan lalu dilantik
oleh Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam sebagai Pengurus OPPD, dan
diberi mandat sebagai BAGIAN PENGGERAK BAHASA PUSAT.